Hujan telah tiba.. hujan telah tiba hore hore.. begitulah sepetik lagu yang dinyanyiin oleh Tasya dan digubah Oleh Woyo hhahahaa. Musim hujan waktunya berbenah untuk kita semua ,kususnya bikers . Banyak permasalahan yang muncul dalam berkendara selain sisi positifnya . Mulai cuaca yang tidak menentu lagi enak-enak jalan eh diguyur hujan nggak lucu kan padahal udah mau apel ke rumah selingkuhan pacar. Jadi gagal masak mau pinjem baju di sana sekalian aja sama segitiga terbalik terbuat dari karung bog
asari bertuliskan netto : 25 kg(you know i mean lah.. )punya bapaknya,ahai maaf om ..
asari bertuliskan netto : 25 kg(you know i mean lah.. )punya bapaknya,ahai maaf om ..
![]() |
| Tanpa spakbor belakang |
| Penggunaan mud guard |
Nah dari beberapa hasil investigasi yang woyo lakukan Spakbor dicopot untuk menegaskan aura sporty pada sang tunggangan dan terlihat lebih keren . Kebanyakan pemilik tersebut adalah motor sport . Jarang ditemui bebek / skutik yang melepas spakbor belakangnya.Padahal seharusnya saat musim hujan seperti ini adanya kesadaran berkendara itu penting ,jalanan bukan milik sendiri boleh lah melepas Spakbor belakang tapi dengn menambahkan optional lain dengan menggunakan mudguard memang sih secara estetika motor jadi terlihat aneh tapi itu resiko yang harus diambil jika memang mau tampil gaya. Pemakaian spakbor mini agar terlihat seperti motor sport ber cc masuk kategori moge juga tidak ada salahnya tapi ingat tetap tidak membantu saat musim hujan karena tidak bisa menahan cipratan air . Berbeda lagi jika motor memang ditujukan sebagai motor anti air maksutnya adalah ini mtor tidak akan dibawa keluar saat cuaca hujan karena memang bukan untuk harian. 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar